Nama Icha Riyani kreator konten kian akrab di kalangan pengguna TikTok Indonesia. Perempuan asal Bukittinggi ini tidak merancang karier digital sejak awal; ia justru memulai dari video slowmo yang dibuat iseng, lalu tumbuh menjadi sosok dengan jutaan pengikut. Kisahnya relevan juga bagi anak muda di Denpasar yang tengah menjajal dunia konten sebagai peluang kerja kreatif.
Dengan nama lengkap Ica Suryani, Icha merantau sendirian ke Jakarta. Pada 2019 ia baru mencoba mengunggah video sederhana. Saat itu media sosial belum ia lihat sebagai tumpuan penghidupan, melainkan ruang bermain visual yang menyenangkan.
Awal karier dari video slowmo tanpa target besar
Icha mengakui belum pernah membayangkan profesinya hari ini. Ketertarikan pada teknik slowmo mendorongnya merekam dan membagikan klip pendek. Tanpa strategi rumit, unggahan itu justru membuka pintu pengenalan pada ekosistem kreator.
Dari situ ia belajar membaca respons penonton, mengatur ritme cerita, dan menjaga kualitas gambar. Proses berlatih mandiri ini menjadi fondasi sebelum kontennya merambah format lain yang lebih beragam.
Kolaborasi dengan Rivaldi Putra dan titik balik serius
Di tahun yang sama Icha bertemu Rivaldi Putra. Mereka mulai menggarap konten bersama, termasuk drama slowmo. Kerja berdua memaksa keduanya meramu ide, membagi peran di depan kamera, serta menilai apa yang membuat tontonan tetap menarik.
Aktivitas yang semula hanya untuk bersenang-senang pelan-pelan diarahkan lebih profesional. Peluang di ranah digital mereka baca bareng, bukan sekadar mengejar tren sesaat.
- Mulai dari hobi video slowmo pada 2019
- Membangun kebiasaan kolaborasi ide dan produksi
- Menjaga konsistensi unggahan meski masih belajar
- Mengubah hiburan menjadi peluang karier digital
Pernikahan 2021 yang disiapkan dari hasil kerja berdua
Hubungan kerja kreatif berlanjut ke jenjang personal. Icha dan Rivaldi menikah pada 2021. Biaya pernikahan mereka kumpulkan bersama dari penghasilan pekerjaan yang dijalani, ditabung bertahap tanpa mengandalkan jalan pintas.
Pola gotong royong finansial itu mencerminkan cara mereka memandang karier: pelan, terukur, dan saling menopang. Bagi banyak pasangan muda di kota besar, termasuk yang merantau, pendekatan serupa sering menjadi pilihan realistis.
Ragam konten TikTok dan daya tarik bagi penonton Bali
Kini portofolio Icha mencakup daily vlog, review produk, hingga ulasan skincare dan bodycare. Keragaman topik membantu menjangkau audiens lebih luas, dari pencari hiburan ringan sampai pemirsa yang butuh referensi perawatan diri.
Di Denpasar dan wilayah Bali lainnya, tren kreator lokal juga menguat seiring tumbuhnya industri pariwisata dan gaya hidup digital. Kisah Icha menjadi contoh bahwa modal awal bisa berupa rasa ingin mencoba, asalkan diikuti belajar terus-menerus dan mitra yang sejalan.
Perjalanan dari perantau Bukittinggi hingga kreator bertabur pengikut menegaskan satu hal: konsistensi mengunggah, berani berkolaborasi, serta mengelola keuangan pribadi tetap menjadi fondasi yang sulit digantikan algoritma semata. Semangat itu pantas dicermati siapa saja yang baru memulai di platform singkat seperti TikTok.
Sumber: Sindo News.