Kabar duka menyelimuti keluarga publik figur tanah air setelah ibunda Deddy Corbuzier, Heniwaty, meninggal dunia pada Rabu, 26 Agustus 2026. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Deddy melalui akun Instagram resminya, @mastercorbuzier, dan segera menjadi perhatian luas, termasuk di kalangan pembaca di Denpasar yang mengikuti perkembangan selebritas nasional.
Dalam unggahan tersebut, Deddy membagikan sejumlah foto momen perpisahan terakhir bersama sang ibu. Ia menuliskan pesan singkat yang penuh emosi: “26.08.26 We again gather here for you the last time for you Mom… No Regrets… Just ❤️”. Kalimat itu menggambarkan rasa syukur sekaligus kesedihan yang ia rasakan saat melepas kepergian ibundanya.
Momen perpisahan bersama keluarga inti
Pada kesempatan perpisahan itu, Deddy tidak sendirian. Mantan istrinya, Sabrina Chairunnisa, turut hadir mendampingi. Azka Corbuzier dan Nada Tarina juga melepas kepergian nenek mereka. Keempatnya tampil dalam pakaian hitam sebagai tanda berkabung, sesuai kebiasaan yang umum dilakukan keluarga saat menghormati orang yang baru berpulang.
Sabrina dan Nada terlihat beberapa kali menyeka air mata. Gestur itu memperlihatkan betapa dekatnya hubungan emosional mereka dengan Heniwaty, meski status keluarga telah berubah seiring waktu. Kehadiran mantan istri di momen duka sering menjadi sorotan publik karena menandai rasa hormat yang tetap terjaga.
Unggahan Instagram menjadi saluran pengumuman
Deddy memilih media sosial sebagai saluran utama menyampaikan kabar kepada publik. Akun @mastercorbuzier memang menjadi ruang komunikasi yang sering ia gunakan untuk hal-hal personal maupun profesional. Foto-foto yang diunggah memperlihatkan suasana perpisahan yang tenang, tanpa banyak kata, tetapi cukup untuk mengisyaratkan rasa kehilangan yang dalam.
Bagi banyak pengikut di Bali, termasuk Denpasar, kabar selebritas nasional biasanya menyebar cepat lewat linimasa dan percakapan sehari-hari. Deddy dikenal luas lewat dunia sulap, podcast, serta berbagai program televisi, sehingga berita tentang keluarganya hampir selalu menarik perhatian lintas daerah.
Penghormatan berkabung dan dukungan publik
Pemakaian pakaian hitam oleh Deddy, Sabrina, Azka, dan Nada menjadi penanda visual yang jelas bahwa keluarga sedang dalam masa berkabung. Dalam tradisi banyak keluarga Indonesia, momen perpisahan terakhir sering diisi doa, kebersamaan, dan penghormatan sederhana tanpa perlu banyak pernyataan formal di ruang publik.
- Deddy Corbuzier mengumumkan lewat Instagram @mastercorbuzier
- Heniwaty meninggal pada 26 Agustus 2026
- Sabrina Chairunnisa, Azka Corbuzier, dan Nada Tarina hadir melepas kepergian
- Pesan Deddy menekankan tiada penyesalan, hanya kasih sayang
Dukungan netizen biasanya datang dalam bentuk ucapan belasungkawa di kolom komentar. Meskipun reaksi publik beragam, inti yang sering muncul adalah harapan agar keluarga diberi ketabahan menjalani hari-hari setelah kepergian orang tua.
Refleksi bagi pembaca di Denpasar
Bagi pembaca di Denpasar, berita duka ini mengingatkan bahwa figur publik pun menghadapi kehilangan yang sama seperti masyarakat umum. Deddy sering tampil tegas di ruang publik, namun unggahan singkatnya kali ini memperlihatkan sisi personal yang lebih lembut. Kehadiran Sabrina di sisi keluarga juga menjadi catatan tersendiri tentang cara keluarga modern tetap saling menopang saat duka tiba.
Tidak ada rincian resmi tambahan mengenai lokasi upacara atau kronologi kesehatan yang dipaparkan dalam pengumuman awal tersebut. Fokus utama yang disampaikan Deddy adalah kebersamaan terakhir bersama ibunda dan rasa kasih yang ia tekankan tanpa penyesalan. Publik di Bali umumnya menghargai privasi keluarga pada masa berkabung, sambil tetap menyalurkan simpati secara wajar.
Kabar duka ini menutup satu bab penting dalam kehidupan pribadi Deddy Corbuzier. Heniwaty meninggalkan kenangan bagi anak, cucu, serta orang-orang terdekat yang hadir di momen perpisahan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, dan almarhumah mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.
Sumber: Sindo News.