Gelaran BATIC 2026 Bali kembali menempatkan Nusa Dua, Badung, sebagai panggung pertemuan industri telekomunikasi internasional. Sebanyak 2.700 delegasi dari 67 negara hadir pada konferensi tahunan yang digelar Selasa, 25 Agustus 2026, menandai perluasan jangkauan forum yang kini memasuki penyelenggaraan ke-11.
Bagi pembaca di Denpasar dan sekitarnya, momentum ini relevan karena Nusa Dua berada dalam radius kawasan pariwisata selatan Bali yang selama ini menopang MICE, perhotelan, dan layanan pendukung acara berskala besar. Kehadiran ribuan peserta dari luar negeri turut menggerakkan aktivitas bisnis di koridor Denpasar–Badung tanpa mengubah fakta bahwa lokasi utama konferensi berada di Nusa Dua.
Pertumbuhan peserta dibanding tahun sebelumnya
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dian Siswarini menyampaikan bahwa jumlah peserta tahun ini terbilang luar biasa. Pada BATIC 2025 tercatat sekitar 1.800 delegasi dari 55 negara. Tahun ini angka itu melonjak menjadi lebih dari 2.700 orang, atau naik di atas 50 persen, dengan representasi negara yang bertambah menjadi 67.
Delegasi yang datang merepresentasikan lebih dari 750 perusahaan. Komposisinya mencakup pelaku industri telekomunikasi, penyedia teknologi, hyperscaler, regulator, hingga investor. Keragaman itu membuat forum tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang negosiasi dan pertukaran arah kebijakan teknologi.
Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital
Dalam konferensi pers di Nusa Dua, Dian menggarisbawahi posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik. Nilai pertumbuhan ekonomi digital diperkirakan menembus 130 miliar dolar AS pada tahun ini, dan diproyeksikan melampaui 360 miliar dolar AS pada 2030. Proyeksi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar digital paling prospektif di kawasan.
Ia menekankan bahwa peluang itu harus diterjemahkan menjadi infrastruktur digital yang memadai, mulai dari konektivitas hingga platform berstandar internasional. Negara-negara di Asia Pasifik dinilai semakin agresif berinvestasi pada kecerdasan artifisial, sehingga daya saing tidak cukup diukur dari seberapa cepat membangun jaringan, melainkan dari kemampuan merawat ekosistem secara utuh.
Kolaborasi ekosistem lebih penting dari sekadar skala
Menurut Dian, membangun daya saing digital bukan semata soal siapa yang terbesar atau tercepat menambah infrastruktur. Yang lebih menentukan adalah cara seluruh pelaku saling terhubung: operator, pengembang teknologi, pembuat kebijakan, dan investor. Kolaborasi diyakini menjadi kunci agar potensi kenaikan ekonomi digital benar-benar tertangkap di dalam negeri.
Pendekatan itu sejalan dengan karakter BATIC yang dari tahun ke tahun mengangkat tema relevan bagi industri telekomunikasi global. Perluasan jumlah negara dan perusahaan peserta pada 2026 menjadi indikasi bahwa Bali tetap dipercaya sebagai lokasi netral dan representatif untuk dialog lintas batas di sektor ini.
Peran Telin dan citra Telkom Group di kancah regional
Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba, menilai BATIC penting untuk memperkuat brand image Telkom Group, khususnya Telin, di tingkat internasional. Telin digambarkan relatif dominan sebagai pemain infrastruktur di kawasan regional dengan fokus utama pada connectivity.
Bagi Bali, terutama kawasan Denpasar dan Badung yang terbiasa menyambut konferensi internasional, kehadiran forum seperti BATIC menegaskan bahwa destinasi lokal tidak hanya unggul di wisata rekreasi, tetapi juga mampu menopang diskusi substansial soal masa depan jaringan, data, dan investasi digital. Penyelenggaraan yang semakin besar menuntut kesiapan layanan akomodasi, transportasi, dan pendukung acara agar pengalaman delegasi tetap mulus.
Dengan lonjakan peserta, bertambahnya negara asal, dan penekanan pada kolaborasi ekosistem, BATIC 2026 memperlihatkan bahwa percakapan tentang telekomunikasi global dapat berlangsung produktif dari Nusa Dua. Bali kembali menjadi titik temu antara aspirasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan jaringan pemangku kepentingan dari berbagai benua.
Sumber: Sindo News.