BALI
Indeks
Nasional

KAI Commuter Ubah Tiga Perjalanan Rangkasbitung Imbas Massa di Rel Tanah Abang

Gangguan pada layanan KRL Rangkasbitung sempat menjadi perhatian penumpang di kawasan Jakarta dan Banten, Kamis (27/8/2026) malam. KAI Commuter merekayasa pola perjalanan tiga Commuter Line akibat kerumunan massa di sekitar jalur rel, tepatnya di JPL 41 lintas Stasiun Tanah Abang–Palmerah. Bagi warga Denpasar yang sedang bepergian ke ibu kota atau memiliki kerabat di wilayah tersebut, informasi ini penting agar perjalanan tidak terhambat.

Hingga pukul 19.00 WIB, pemberangkatan Commuter Line Rangkasbitung dari Stasiun Tanah Abang masih tertahan. Kereta belum bisa dilanjutkan menuju Parung Panjang maupun Rangkasbitung karena kondisi di jalur belum dinyatakan aman.

Alasan rekayasa perjalanan di lintas Tanah Abang

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa sementara waktu perjalanan menuju Tanah Abang hanya dilayani sampai Stasiun Palmerah. Dari sana, rangkaian kembali diarahkan ke Serpong atau Rangkasbitung. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan penumpang dan petugas di sekitar titik kerumunan.

Menurut keterangan resmi, perjalanan arah sebaliknya yang mestinya menuju Rangkasbitung tetap ditahan di Tanah Abang sambil menunggu situasi di JPL 41 membaik. Penumpang diminta tidak memaksa masuk jalur atau berkerumun di area yang dilarang.

Tiga nomor perjalanan yang diubah polanya

Rekayasa malam itu mencakup tiga nomor perjalanan. Commuter Line 1767D hanya sampai Palmerah, lalu beroperasi kembali sebagai 7100D dengan tujuan Parung Panjang. Berikutnya, nomor 1769D juga berhenti di Palmerah sebelum kembali sebagai 1770D menuju Rangkasbitung.

Perjalanan ketiga, nomor 1771D, dibatasi hingga Palmerah dan kemudian dilanjutkan sebagai 1772D tujuan Parung Panjang. Dengan skema tersebut, konektivitas di koridor barat tetap berjalan meski tidak full route seperti jadwal normal.

  • 1767D → Palmerah, lanjut 7100D ke Parung Panjang
  • 1769D → Palmerah, lanjut 1770D ke Rangkasbitung
  • 1771D → Palmerah, lanjut 1772D ke Parung Panjang

Dua rangkaian masih tertahan di Tanah Abang

Selain tiga perjalanan yang direkayasa, dua Commuter Line Rangkasbitung masih tertahan di Stasiun Tanah Abang hingga pukul 19.00 WIB. Keduanya adalah nomor 1766D relasi Tanah Abang–Parung Panjang dan nomor 1768D relasi Tanah Abang–Rangkasbitung.

Status penahanan itu membuat antrean penumpang di stasiun perlu dikelola lebih ketat. Petugas di lapangan mengarahkan calon pengguna agar tetap di area aman dan tidak mendekati jalur rel.

Imbauan keselamatan dan kanal informasi resmi

KAI Commuter menekankan agar pengguna mengutamakan keselamatan serta mematuhi arahan petugas selama gangguan berlangsung. Pemantauan perkembangan layanan bisa dilakukan lewat aplikasi C-Access, akun media sosial resmi @commuterline, atau call center 121.

Bagi pembaca di Bali yang merencanakan perjalanan darat di Jakarta dalam waktu dekat, disarankan mengecek status KRL dan moda pengganti sebelum berangkat dari bandara atau hotel. Gangguan lokal di koridor Tanah Abang–Palmerah dapat memengaruhi koneksi ke Serpong, Parung Panjang, dan Rangkasbitung.

Situasi kerumunan di jalur rel menuntut respons cepat operator agar risiko kecelakaan dapat ditekan. Dengan pola perjalanan yang disesuaikan dan komunikasi terbuka kepada penumpang, KAI Commuter berupaya menjaga kelangsungan layanan meski belum seluruh rute beroperasi normal. Pantau terus kanal resmi agar jadwal perjalanan tetap terkendali.

Sumber: Liputan6.

Tag: KRL Rangkasbitung, KAI Commuter, Tanah Abang, JPL 41, gangguan KRL, transportasi Jakarta, Palmerah, Commuter Line