Nama Majdi al-Harasis kembali mencuat di panggung keamanan Timur Tengah setelah Raja Abdullah II menunjuknya sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania. Keputusan lewat dekrit kerajaan itu menempatkan perwira senior berpengalaman intelijen ini di puncak komando militer kerajaan pada masa yang dianggap krusial bagi stabilitas regional.
Bagi pembaca di Denpasar dan Bali yang mengikuti dinamika geopolitik global, pergantian pimpinan militer Yordania layak dicermati karena negara itu kerap menjadi poros diplomasi dan keamanan di kawasan. Penunjukan tersebut menggantikan Jenderal Yousef Huneiti, yang pensiun setelah hampir tujuh tahun memegang jabatan sama.
Penunjukan lewat dekrit kerajaan
Menurut rangkaian laporan yang beredar, Mayjen Majdi Mohammed Hammad al-Harasis diangkat melalui dekrit pada hari Selasa terkait rangkaian keputusan awal September 2026. Ia tidak hanya mendapat mandat sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan, tetapi juga dipromosikan sejalan dengan tanggung jawab baru di struktur komando.
Pergantian ini berlangsung saat Yordania menekankan pentingnya menjaga keamanan dalam negeri dan kestabilan perbatasan. Posisi panglima militer di kerajaan tersebut secara tradisional lekat dengan kepercayaan langsung istana, sehingga nama yang dipilih biasanya sudah melewati rekam jejak panjang di lapangan maupun di meja strategi.
Rekam jejak pangkat dan komando
Al-Harasis meniti karier bertahap di tubuh Angkatan Bersenjata Yordania. Ia dipromosikan menjadi brigadir jenderal pada Juni 2021, lalu terus naik dalam hierarki kepemimpinan. Dekrit kerajaan pada 2 September 2026 mempromosikannya menjadi mayor jenderal sekaligus menempatkannya sebagai kepala angkatan darat sebelum mandat staf gabungan memperluas lingkup komandonya.
Lintasan pangkat itu menggambarkan pola kaderisasi perwira yang tidak loncat-loncat semata, melainkan melalui penugasan berjenjang. Pengalaman memimpin unit dan mengelola isu operasional menjadi modal yang kemudian dibaca istana sebagai bekal memadai untuk kursi tertinggi militer.
Latar intelijen militer yang sensitif
Sebelum menempati puncak staf gabungan, al-Harasis sempat menangani ranah yang jauh dari sorotan publik. Pada Agustus 2022, ia ditunjuk sebagai direktur cabang intelijen militer di bawah Direktorat Intelijen Umum. Di pos itu ia berurusan dengan persoalan keamanan dan file strategis yang bersifat sensitif.
Pengalaman intelijen memberi warna berbeda dibanding perwira yang hanya berlatar taktik tempur konvensional. Isu stabilitas internal, penilaian ancaman, dan koordinasi antarlemdaga keamanan biasanya menuntut ketajaman analisis serta diskresi tinggi—kapasitas yang disebut menjadi salah satu alasan kuatnya kepercayaan Raja Abdullah II.
- Promosi brigadir jenderal: Juni 2021
- Direktur cabang intelijen militer: Agustus 2022
- Promosi mayor jenderal dan kepala angkatan darat: dekrit 2 September 2026
- Ketua Kepala Staf Gabungan: menggantikan Jenderal Yousef Huneiti
Kepercayaan Raja Abdullah II dan konteks stabilitas
Penunjukan al-Harasis dibaca sebagai sinyal bahwa istana menginginkan figur yang sudah teruji di dua jalur sekaligus: komando formal dan intelijen. Raja Abdullah II dikenal menempatkan orang kepercayaannya di pos-pos yang menentukan arah doktrin pertahanan serta kesiapan operasional pasukan.
Yordania, meski bukan negara berukuran besar secara geografi, memegang peran penting dalam arsitektur keamanan kawasan. Pergantian panglima di tengah tantangan regional menuntut kesinambungan kebijakan, disiplin rantai komando, dan kemampuan membaca eskalasi tanpa menimbulkan gejolak internal.
Dari kacamata pembaca Indonesia, termasuk masyarakat Bali yang terbiasa dengan arus berita internasional, sosok Majdi al-Harasis merepresentasikan tipikal perwira kerajaan yang naik karena kombinasi loyalitas institusional dan pengalaman menangani file keamanan sensitif. Tidak ada klaim berlebihan di luar rekam jejak yang sudah terpublikasi: ia adalah penerus Huneiti dengan bekal intelijen dan komando darat.
Ke depan, perhatian publik akan tertuju pada bagaimana staf gabungan di bawah arahannya menjaga postur Angkatan Bersenjata Yordania tetap profesional, solid, dan selaras dengan arahan kerajaan. Untuk saat ini, yang sudah dipastikan adalah mandat resmi, jenjang kepangkatan, serta latar intelijen yang membentuk profil panglima baru tersebut.
Sumber: Sindo News.